Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Jeruji Ambisi
ilustrasi perempuan bersedih (unsplash.com/engin akyurt)

Pada lorong sunyi penuh gema, langkahku terjerat dalam labirin asa
Memberi makna dalam setiap jejak, meski suara tangis tak henti-hentinya terisak
Mengejar mimpi di balik jeruji ambisi tanpa henti
Berharap terealisasi meski rasanya sulit sekali

Mengikat jiwa dalam euforia semu yang tak tentu
Mempertahankan cahaya harapan kehidupan yang seringkali meredup perlahan
Tertutup kabut keraguan yang membatu
Namun, selalu ada harapan selagi mau mengusahakan yang terbaik setiap waktu

Berteman baik dengan keringat perjuangan dan air mata kesedihan
Menjadikannya bahan bakar untuk terus berjuang dalam setiap keadaan
Mengabadikannya dalam buku perjuangan agar selalu berkesan
Sekalipun setiap halamannya hanya berisi himpunan pertanyaan tanpa jawaban

Kapan rasa lelah seperti badai ini berujung damai?
Ambisi yang terasa manis dalam janji, namun begitu pahit dalam realisasi
Bagaikan berdiri di persimpangan masa depan untuk menyerah atau terus berjuang
Meski jeruji ini tak terlihat, berusaha tetap yakin bahwa keberhasilan selalu ada dalam niat

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team