Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Kanvas yang Terluka
ilustrasi lukisan (pexels.com/Anni Roenkae)

Semoga kamu suka
Aku melukis seni di hidungmu
Meski hasilnya bukan sebuah karya puitis, aku percaya ini tak kalah manis
Sudahi kala sedihmu itu, aku tak ingin air mata menjadi penghalang paras

Saat goresan kuas ini meleburkan warna abstrak, terlihat detail yang rusak
Aku membuat gerakan jemari yang berdansa, membuatnya berbalik tidak sama
Aku berhasil, aku tidak gagal, membuat detail wajahmu yang kekal

Saat akan mengantarnya, sialnya lukisan ini terjatuh
banyak goresan luka yang menutupi seni di wajahmu
dentuman saat terjatuh terasa sangat melekit di perasaan
dan aku, terlambat menceritakan ini semua kepadamu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team