Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi menulis lagu
ilustrasi menulis lagu (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Kita pernah jadi sebutan paling dekat,
aku dan kamu tanpa sekat.
Kini tinggal kata yang tersesat,
mencari makna yang terlewat.

Dulu namamu kupanggil terang,
sekarang diganti sunyi yang panjang.
Dalam kalimat yang patah-patah hilang,
kau berubah jadi “pernah” dan “kenang”.

Aku belajar memilih kata ganti,
agar rindu gak terus mengulangi.
Kau kusebut diam-diam di hati,
sebagai jeda yang tak kembali.

Pada akhir baris kututup cerita,
kehilangan tak lagi bernama.
Cukup satu kata sederhana,
diam yang paham segalanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team