Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Kau Penoreh Rasa Sakit
ilustrasi wanita menangis (pexels.com/RDNE Stock project )

Dingin menyelimuti hati yang rapuh

Bergemeretak menahan sakitnya

Hempasan tajam telah menyiksanya

Mencoba bertahan di sela-sela retakannya

 

Akankah ada rasa yang dapat menutupi rasa sakitnya?

Sementara rinai hujan terus saja membasahi

Dan menambah parah goresan luka

Dingin dan gelap pun datang menghadangnya

 

Tiada lagi dayanya

Hanya doa yang tersisa

Pada sang maha atas segala

Dia pasrahkan segalanya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAbrar Hrp