Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Kegemaran yang Kurawat
ilustrasi cowok merenung (pexels.com/Erik Mclean)

Di antara ribuan story yang lewat setiap hari,
jemariku selalu tahu ke mana harus berhenti.
Kabar pasti mungkin tak selalu kuketahui,
tapi sebuah kagum, sudah kukenang dengan rapi.

Aku adalah pengagum paling tekun.
Ada seni mencintai tanpa perlu diketahui;
menjaga jarak agar tak terlalu kentara,
menyiapkan tawa saat kamu bercerita tentang dunia.

Meskipun aku tahu lagu apa yang kamu putar di sana,
tak pernah ada nyali untuk sekadar menyapa:
"Lagu yang semenarik penikmatnya!"
Sebab bagimu aku sekadar lewat,
namun bagiku, kamu adalah kegemaran yang kurawat.

Kita berada di ruang yang sama, sesekali bertegur sapa,
tapi ada bata yang kususun dengan megah.
Khawatir satu kata dariku merusak metafora yang indah.

Kamu menarik, tapi aku memilih menjauh— memberi jarak yang cukup, agar hariku terasa lebih hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team