Terkenang derita yang merapat ruah
Menidurkan kicauan penanda masalah
Dibutakan sepucuk dilema melimpah
Tatkala akhir memilih berpisah
Dedaunan masih menggugurkan diri
Menyisakan seonggok nelangsa pati
Konon pahitnya menyengsarakan hati
Tapi masih juga menyuarakan janji
Kasih percaya dunia kian meresah
Selagi yang ditunggu hendak menadah
Tertutupi halusinasi di balik desah
Sayangnya jiwa menolak gundah
Tersisa nyalang berkobarkan api
Mujur disiksa kepulan nyali
Paksakan sebilah kelakar berani
Akhirnya terisak semboyan benci
