Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Kita yang Sedekat Nadi
ilustrasi menyendiri (Pexels.com/Sameel Hassen)

Bagaimana mungkin semua kisah berubah cepat
Kita yang sempat sedekat nadi
Kini sejauh langit dan bumi
Seolah jarak terlampau lazim 'tuk dibentangkan

Bagaimana mungkin rasa yang ada berulah pesat
Hati yang sempat terpaut mesra
Kini mulai terjeda tanpa sudi merekat
Seolah untaian asa teramat mudah diurai oleh waktu

Kau yang menjauh hanya sisakan barisan jejak langkah
Aku yang termenung hanya mampu limbung dalam sedan
Tak ada lagi kata rindu yang menggebu darimu
Tak ada lagi dekap hangat yang erat untukmu

Kisah kita telah kalah
Terhenti begitu saja tanpa ada yang mau mengalah
Bertahan jadi begitu sulit
Dan berlari malah terlalu mudah meski hati kian tercubit

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team