Langit pagi bangun dengan luka
Asap menulis garis hitam di udara
Burung-burung tak lagi berani terbang
Seakan langit berubah menjadi ancaman
Rumah-rumah gemetar dalam diam
Jendela menutup matanya rapat
Anak-anak memeluk bayangan ibu
Bertanya kenapa bumi berisik
Di kejauhan suara petir buatan manusia
Mengguncang dada yang tak bersalah
Tanah mengingat setiap langkah
Yang kini berlari menjauh dari rumah
Langit masih luas seperti dulu
Namun terasa lebih berat
Karena ia harus menyaksikan
Manusia melukai dunia sendiri
![[PUISI] Langit yang Terluka oleh Manusia](https://image.idntimes.com/post/20260310/pexels-mursel-200615173-36462681_6f101469-8876-499a-ae38-371abf3192b3.jpg)