Merayu malam lengkungkan lengannya,
memeluk dan mendamaikan nurani,
sementara rembulan meneteskan cahaya
ke pelupuk sunyi yang letih menanti.
Aku memengarkan desir angin tua,
yang berkelana dari abad ke abad,
membawa kabar tentang hati manusia
yang selalu tumbuh bersama kehilangan.
Di bawah langit yang menghitam samar,
doa-doa menjelma burung-burung camar,
terbang rendah di atas kenangan,
lalu hinggap di dada yang gemetar.
Tanyamu perlahan berjatuhan,
bagai daun-daun renta di pelataran musim,
tak selalu meminta jawaban,
kadang hanya ingin dipungut oleh keheningan.
![[PUISI] Lengkungan Lengan Malam](https://image.idntimes.com/post/20260506/pexels-marea-pante-113939654-9710152_1b5b47d3-91ac-4baf-84ce-5288be99031f.jpg)