Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
http://duapah.com
http://duapah.com

Sajakpun berisyarat

Coba ingatlah

Mungkin tak akan terhitung

Sungguh kau berdusta

Bahkan satupun menghilang

Seakan berkhianat

Berbalas irisan  hati

Raga melapuk

Nyawa terusik

Untuk siapa?

 

 Kemari nak.. Sadarlah 

Hanya sekejap pelipur lara

Ingkar berulang

Menanam petaka

Memberi bencana

Tapi tidak

Ibu adalah baja

Terpaku tegap berlapang dada

Selalu begitu omong kosong manismu

Kau salah

Dialah malaikat titipan Tuhanku

 

Sudah sukseskah?

Jauh dari kata sudah

Belum.. teramat belum

Untuk apa tawa sombongmu

Tak harap beribu pujian 

Tiada ternilai sekalipun berlian

Jika terpaksa jatuh berjuta air suci

Sialah sampai detik ini

Hanya gagal

Itu pujian indah kerja payahmu

 

Tapi Bu...

Bagaimana?

Mengapa?

Kau anggap semua begitu saja

Seakan menghilangnya angin sore

Entah.. tiada mungkin terbalaskan

Akulah alas kakimu

Namun tetap belum

Sudah tak masuk diakal ku

Satu jalan

Selalu ini.. dan

Hanya ini

Terimakasih Bu

Maafkan anakmu

Hanya maaf

Maaf Bu..

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team