Langit terlelap dijemput gelap
Namun raganya masih berkutat
Pada tumpukan kertas yang menjerat
Tanpa kenal rehat walau sesaat
Bak hari esok takkan tiba
Tangan dan tik bergema seirama
Beradu dengan jangkrik yang bersenandung ria
Bertemankan secercah cahaya di depan mata
Kopi di atas meja menjadi saksi
Betapa gigihnya ia untuk terus terjaga
Demi tenggat waktu yang menanti di depan mata
Yang menumpuk tiada habisnya
Malam panjang sang pejuang
Berbekal asa dan ambisi
Yang melangkah tiada henti
Di saat bumi telah terbuai dalam rayuan sang mimpi
![[PUISI] Malam Panjang Sang Pejuang](https://image.idntimes.com/post/20260517/inshot_20260517_162719233_6b8cd2aa-7462-429e-85c6-d0883a673d37.jpg)