Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Masih di Sini
Pixabay/RyanMcGuire

rindu yang tak bertepi
sendu menatap pergantian hari
kamu sang pemilik hati
bersatu atau melangkah pergi
menunggu atau harus berlari

 

hasrat tak berkarat
jejak meninggali tapak
luka tanpa gores yang menganga
terdiam bersama gelap malam
bertahan sembari mengharap restu Tuhan

 

mata menatap dengan nanar
berkaca meratap bak arca
berharap balasan hangatnya tatap
merangkul bukan memukul
menggenggam bukan menghantam

 

kisah berselimut kasih
rindu meluap lagi menggebu
dingin bukan desir angin
panas bukan nyala mengganas
semburat pinta tentang pelukan erat

 

aku masih di sini
memangku lamun seorang diri
laku menjadi kaku tanpa aksi
kelu menahan kata yang tersimpan rapi
aku tetap akan disini
menantimu kekasih yang menjauh pergi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team