saat kepedulian melahirkan tanya yang menyesakkan
akan kubungkam mulut dan jemari
kutenggelamkan keingintahuan
dan membiarkan ramai dalam dada saja
.
lenyapnya sunyi dan teduh
terbuyarkan oleh ribuan gelisah
hingga tenang menjauhi
berganti resah yang menguasai
.
lelap bukan lagi milikmu
dan aku benci itu
melihatmu tak mampu menaklukkan entah
hingga memaksa kantuk enyah
.
pada akhirnya
aku hanya mampu melihatmu dari kejauhan
menatap punggung dan jejakmu saja
bersama doa kebaikan atasmu
semoga sunyi dan tenang kembali memelukmu
![[PUISI] Melihatmu dari Jauh](https://image.idntimes.com/post/20181023/img-20181024-055821-9a2294fd4838ad920ff1eca84fa934ba.jpg)