Menyalakan lilin setengah padam
Lidah yang tak pernah jujur
Sebagaimana doa-doa pincang
Menggerutu di langit, enggan arah pulang
Bayangan-bayangan pandai menari
Berliuk memainkan opini
Menabur ambisi retak
Menjadi badai bisu fakta
Manusia berhati hitam
Pula manusia berlidah tajam
Berkeliaran sebagaimana burung kehilangan sarang
Bersorak mencintai nafsu kebohongan
![[PUISI] Memuja Dusta](https://image.idntimes.com/post/20251110/1000395312_46077520-50e3-405c-8de8-74d74c6bc091.jpg)