Tidurnya hanya alasan
Tawanya hanya kebohongan
Senyumnya penuh kegetiran
Yang ada di sana hanyalah kepura-puraan
Batinnya selalu berperang
Sanubarinya tertikam berulang-ulang
Namun raganya masih mampu bertahan
Ada doa yang selalu dipanjatkan
Berharap semua luka yang terpendam
Lekas hilang berganti dengan kebahagiaan
![[PUISI] Mendekap Luka](https://image.idntimes.com/post/20240527/sad-brunette-teenager-home-1150-36971-1-ef50387e5e2e1b8e28fba37d81f0a369.jpg)