Nampak berbincang dua insan
Seorang anak berusia genap sepuluh tahun
Bersama sang bapak
Pria dengan rambut memutih
Keduanya menatap jauh
Malam dimana hujan turun dengan penuh
Mainan orang-orangan dari kardus
Masih rapi terbungkus
Menunggu setia untuk dijajakan
Namun, suasana tak memungkinkan
"Ayah, kapan kita pulang?"
Yang ditanya tidak lekas menjawab
Segera merengkuh pundak sang anak
Menepuk pelan lengan sembari menggendong dagangan
Malam ini malam takbiran
Penuh diwarnai ungkapan kebahagiaan
Tak terkecuali untuk dua insan yang berteduh hindari hujan
Saling menggenggam tangan mengurangi rasa kedinginan
Sembari berharap bisa menjajakan dagangan
Bahagia merasuk di hati mereka
Sederhana namun bermakna
Semoga hujan segera mereda
Agar laku dagangan mereka serta pulang kepada keluarga
Dengan senyuman rasa gembira
![[PUISI] Nukilan Malam Takbiran](https://image.idntimes.com/post/20220502/father-and-son-2258681-1280-a83f9b6906cbfecac7ba59ea4711d181-7a1f7fcac6a463329fa55ed29fd7c64d.jpg)