Rumah itu masih berdiri di ingatan
Dindingnya terbuat dari suara tawa
Lantainya menyimpan langkah kecil
Yang tak lagi pulang
Pintu kayu mengeluh tiap malam
Menunggu tangan yang tak datang
Dan jendela terus membuka diri
Meski tak ada yang melihat keluar
Aku melintas sebagai orang asing
Di alamat yang dulu memelukku
Membawa rindu dalam saku
Dan pulang dengan tangan kosong
Rumah itu kini hanya gema
Tempat kenangan menyala redup
Ia tidak runtuh
Hanya ditinggalkan waktu
![[PUISI] Nyanyian Sunyi untuk Rumah Lama](https://image.idntimes.com/post/20260116/pexels-bruna-fossile-183845208-29707939_0c3d9340-e888-4d76-b521-c92cffe3d1bc.jpg)