Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Panggilan dari Masa Depan
Pixabay/Alexas_Fotos

Hai kau, aku 20 tahun lalu

Apa kau mengenali suara ini?

Suara yang serupa denganmu

Apa kabarmu?

Semoga kau tidak putus asa pada hidupmu

Kini rambutmu tak sehitam dulu

Keriput pun sudah mengantri ingin memenuhi setiap inchi wajahmu

Kepada aku 20 tahun lalu

Aku adalah dirimu di masa depan

Masa yang akan terasa berat jika saat kau membaca ini kau mudah sekali patah semangat

Kau harus kuat

Hidup memang berat

Tapi aku yakin kau orang hebat

Jika saat ini kau sedang jatuh, bangkitlah cepat

Lekas berdiri dan kembali bulatkan tekad

Masa depanmu masih jauh ke depan

Percuma jika kau habiskan dengan mengeluh dan mendengkur

Bangunlah

Hampiri aku,

Agar kau tahu

Bagaimana kabarmu 20 tahun lagi

Apakah bahagia? Atau menderita?

Aku tak bisa memberitahumu

Biar kau yang datang seiring waktu

Yang jelas, aku hanya bisa berpesan padamu

Aku bahagia atau sengsara adalah keputusanmu sekarang juga

Karena kita berdua

Adalah orang yang sama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team