Di suatu tempat yang tidak ada di peta,
waktu menyimpan dirinya
dalam rak-rak sunyi.
Tahun-tahun berdiri
seperti buku tua,
punggungnya retak
oleh terlalu banyak kenangan.
Hari-hari adalah halaman tipis
yang mudah robek oleh penyesalan,
sementara detik-detik kecil
berjatuhan seperti debu cahaya.
Manusia datang sebagai pembaca,
membuka hidupnya perlahan
dengan tangan yang gemetar.
Ada yang membaca masa lalu
sampai matanya basah,
ada yang menutup buku hari ini
karena takut pada bab berikutnya.
Namun waktu
tidak pernah benar-benar berhenti
ia hanya memindahkan cerita
dari satu hati
ke hati yang lain.
Dan kita semua,
tanpa sadar,
sedang menulis diri kita sendiri
di perpustakaan yang tak pernah tutup.
![[PUISI] Perpustakaan Waktu](https://image.idntimes.com/post/20260316/pexels-maria-mileta-3563033-5357099_2f709cb3-9a62-42c8-aa48-74c0d4306e91.jpg)