Kutuliskan surat untuk masa depan
Paduan tanya dan laralah kerangka
Juga sisipkan angan di sela-sela
'Biar kubaca nanti', janjiku
Namun, rutinitas memaksaku acuh
Sebab kepala terlalu riuh bicara
Hingga lupa merangkai balasan
Haruskah kini kujadi pembaca?
Kutatap lekat pesan dari masa lalu
Mencoba pahami makna tiap paragraf
Hingga kutemu dekap tak kasat mata
Tersembunyi di antara goresan tinta
Ternyata, memang tak harus jemari lain
Kurengkuh seluruh luka di tubuhku
Entah hari ini, esok, ataupun kala itu
'Kan kupastikan seluruhnya diawali namaku
