Pintu waktu berderit pelan di hadapanku
Tahun Baru berdiri sebagai cahaya muda
Aku mengetuknya dengan jantung yang ragu
Dan harap yang kupeluk seperti bara
Kumasukkan luka ke saku kenangan
Tak kubuang, hanya kusimpan sebagai pelajaran
Sebab dari retak aku belajar cahaya
Dan dari jatuh aku mengenal bangkit
Kutinggalkan kemarin seperti senja pamit
Tak kutarik kembali, tak kusesali berlebihan
Ia telah menuliskan namaku di langit pengalaman
Lalu tenggelam agar aku bisa pagi
Kini kubuka pintu itu dengan napas baru
Melangkah masuk sebagai diri yang belajar
Tahun Baru bukan janji yang berteriak
Ia ruang sunyi tempat aku bertumbuh
![[PUISI] Pintu Tahun Baru](https://image.idntimes.com/post/20251231/pexels-ketut-subiyanto-4473093_2d2e61f0-1374-468a-85f3-0c554dd0cd67.jpg)