Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi cahaya lilin dan bunga
ilustrasi cahaya lilin dan bunga (pexel.com/pasja1000)

Menawan...
Tarian senyummu memikat pandang,
riak matamu berbisik makna.

Luruh rasa dalam bejana jiwa,
aku memilih penangguhan rasa,
hanya untuk terdigdaya oleh denyutnya.

Tapi siapakah terdakwa atas kisah kita?
Sebab aroma luka merambah ke awan-awan,
melanglangi Laut Java,
menyusuri angin Celebes.

Tapi siapakah yang lebih terluka di antara kita?
Aku yang memudar dalam sepi untuk pulih,
ataukah kau yang menyembunyikan ironi agar aku tetap tertahan?

Meski senyap,
ketahuilah...
Aku semakin pulih dalam sepi.

Dan mungkin...
Kau pun sama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team