Menawan...
Tarian senyummu memikat pandang,
riak matamu berbisik makna.
Luruh rasa dalam bejana jiwa,
aku memilih penangguhan rasa,
hanya untuk terdigdaya oleh denyutnya.
Tapi siapakah terdakwa atas kisah kita?
Sebab aroma luka merambah ke awan-awan,
melanglangi Laut Java,
menyusuri angin Celebes.
Tapi siapakah yang lebih terluka di antara kita?
Aku yang memudar dalam sepi untuk pulih,
ataukah kau yang menyembunyikan ironi agar aku tetap tertahan?
Meski senyap,
ketahuilah...
Aku semakin pulih dalam sepi.
Dan mungkin...
Kau pun sama.
