Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi burung hantu
ilustrasi burung hantu (pexels.com/Erik Carita)

Di dahan sunyi, merapal gelap

Mengharap lentera tanpa memancing gaduh

Malam mengendap di bulu

Bak doa tak sempat pulang

Angin berbisik pada lidah dedaunan

Waktu berhenti di sela napas rimba

Dentum itu mengoyak

Kilat besi menguliti senyap

Peluru menyulam takdir dengan tinta merah

Sayap malam terkulai,

Rembulan tergelincir dari langitnya

Bintang-bintang menahan napas,

Ia dikutuk oleh pelatuk

Di tanah dingin, bulu-bulu jadi abu kenangan

Sementara gelap meratap

Sang pemilik rimba terusir makhluk biadab

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team