pada bunga-bunga yang kupesan
dari penjual bunga di minggu sore
kutitipkan peluk kecup timang
yang tak mampu lenganku rentangkan
dan doa-doa terlantun dari bibir yang gemetar
sayup-sayup dia menyapamu
barangkali kau mengenali siapa pemiliknya
atau barangkali kau kebingungan
sedang bunga-bunga yang kau terima
mengering begitu saja
meski, tak ada jumpa antara kita, manisku
percayalah bahwa doa-doaku
adalah rindu paling syahdu
yang kutitipkan Tuhan padamu
agar kau lelap dalam tidurmu
![[PUISI] Rindu Paling Syahdu](https://image.idntimes.com/post/20251108/pexels-ivan-s-8964078_6629c334-c5b4-48e0-8228-3a565783f833.jpg)