Dentuman api membangunkan kami dari tidur malam
Menyiksa pendengaran, menenggelamkan raga bernyawa
Kepulan asap tebal, menyesakkan dada
Jiwa-jiwa saudara beterbangan
Mengubur usia, merintih kalah karena waktu
Berdentum-dentum
Binasa oleh serakah
Menyambar, melupakan bumi
Di singgasana memeluk tirani
Membentang ambisi, tuli terhadap rintih