Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Sayap Tak Terkepak
ilustrasi sayap (pexels.com/ Tina Nord)

Langit perempuan adalah hamparan senja,
Yang dipaksa kelam sebelum bintang bertakhta.
Angin patriarki berembus tajam,
Patahkan sayap sebelum terbang.

Dunia ini ladang bisu,
Suara perempuan ditanam tanpa tumbuh.
Patriarki bak rantai karat,
Melingkar di leher mimpi yang berat.

Tangan-tangan kuasa melukis garis,
Di pasir pantai jiwa yang menangis.
Ingat! Laut tak pernah diam,
Gelombangnya menghantam keangkuhan malam.

Kesetaraan bagai matahari pagi,
Terobos kabut abu-abu yang basi.
Ia letupkan api di hati yang beku,
Bagai mercusuar di samudra biru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team