Pernah aku mendengar celoteh gadis kecil
Bahwa tetes air hujan itu mengandung luka
Mengubur rindu yang kian lama menyepi
Berpelukan dalam balutan rasa
Berkumpul atau menyepi sebenarnya tak bermakna
Bagi sekumpulan orang yang sibuk bercermin di negeri seberang
Kini saatnya bukan untuk bercermin
Melainkan menjadi pemimpin
Tongkat yang selalu berdiri di singgasana
Takkan mampu mengendalikan hilir mudik angin
Semakin kencang ia berlari tanpa arah tujuan
Semakin lemah tongkat dan rapuh tertiup angin
Celoteh gadis kecil menjadi diam membisu
Terbawa arus angin hulu
![[PUISI] Sebuah Celoteh Gadis](https://image.idntimes.com/post/20200521/adorable-beautiful-blur-child-459051-b763fd23e380a6ef1d9731a568d19dab.jpg)