Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Sebuah Celoteh Gadis
pexels.com/Jill Wellington

Pernah aku mendengar celoteh gadis kecil
Bahwa tetes air hujan itu mengandung luka
Mengubur  rindu yang kian lama menyepi
Berpelukan dalam balutan rasa

Berkumpul atau menyepi sebenarnya tak bermakna
Bagi sekumpulan orang yang sibuk bercermin di negeri seberang
Kini saatnya bukan untuk bercermin
Melainkan menjadi pemimpin

Tongkat yang selalu berdiri di singgasana
Takkan mampu mengendalikan hilir mudik angin
Semakin kencang ia berlari tanpa arah tujuan
Semakin lemah tongkat dan rapuh tertiup angin

Celoteh gadis kecil menjadi diam membisu
Terbawa arus angin hulu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team