Dunia selalu bergemuruh setiap kala
Tiada hentinya berdendang di kepala
Kita hidup di keramaian khalayak
Tiada hentinya orang membentak
Suara keras kembali terdengar riuh
Tetapi suara itu berbalut dengan sendu
Setiap hari kudengar suara membasuh
Ternyata langkah kaki sang ibu
Langkah kaki yang berjalan sedang
Sambil membawa air dalam jemari
Tersenyum merekah di mukanya yang usang
Tetapi hal itu menembus ke ulu hati
Apa yang paling kejam di dunia ini?
Sudah pasti ketika melihat ibu pergi
Resah ucapan ku yang begitu kejam
Menjadi terpikirkan karena rasa bersalah
Tapi dia balas dengan dekapan meredam
Sembari menatapku dengan indah
Air hangat...
Selalu tersuguhkan di setiap usahaku
Menghangatkan hatiku yang keras bagai batu
Terasa telapak tangan yang mengusap di kepala
Beban yang berat akhirnya melebur satu persatu
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Secangkir Air Hangat dari Ibu
ilustrasi secangkir minuman (pixabay.com/andergrin)
Take a Deeper Read
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorNabila Inaya
Related Article
[PUISI] Abu Ketamakan04 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Kisah Hati yang Terluka03 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Selamat Tidur, Kenangan03 Nov 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Sahabat yang Selalu Ada03 Nov 2026, 09:07 WIB
[PUISI] Selayaknya Tangan Angkasa03 Nov 2026, 08:25 WIB
[PUISI] Malam Biru03 Nov 2026, 08:08 WIB
[PUISI] Nyanyian Bimbang Penyair Miskin03 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Ruang yang Tak Perlu Didatangi02 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Tangan Penyambut Waktu02 Nov 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Negeri yang Sibuk Mengukur Bahagia02 Nov 2026, 15:07 WIB
[PUISI] Demokrasi Telah Mati, Kita yang Membunuhnya02 Nov 2026, 14:48 WIB
[PUISI] Ruang untuk Merindu02 Nov 2026, 10:48 WIB
[PUISI] Cinta yang Revolusioner02 Nov 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Tiada Guna02 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Ku Eja Namamu01 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Semua yang Runtuh Karena Ego01 Nov 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Mengagumi dalam Diam01 Nov 2026, 18:07 WIB
[PUISI] Adalah Kau Kekasih01 Nov 2026, 11:25 WIB
[PUISI] Bukan Rumah yang Kehilangan Penghuni01 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Berteman dalam Khayal Sendiri31 Oct 2026, 21:07 WIB