Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi perempuan bersedih
ilustrasi perempuan bersedih (pexels.com/Foerder Zone)

kusesap puisi pada malam yang lebam membiru menyenandungkan rindu
yang mengalun indah di atas penjuru bumi Tuhanku
berharap gendang telingamu menangkap senandungku
yang terdengar pilu kala menyebutkan namamu

lalu, membalasnya dengan kecup angin
yang kau kirim dari rumahmu
dari tempatmu merebah lelah
dari tempatmu berkeluh kesah

kini tubuhku seakan remuk kala aku meringkuk
merindukanmu sungguh bagai kehilangan rusuk
mataku pun enggan mengantuk
hanya bersinar terang di balik pejam
dengan rindumu yang menghujam

sampai pada waktu yang telah berlalu
aku baru menyadari ternyata merindukanmu membuatku insomnia
padahal kamu mungkin saja tak percaya
bahwa di sini masih ada aku
yang masih merindukanmu sebegitu hebatnya

aku hanya ingin kau bertamu pada hatiku yang lebam membiru
mengobati rindu yang telah mengusik ketenanganku
memporak-porandakan lupa yang diupayakan
begitu pula rasa cinta yang perlahan mulai dihilangkan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team