Sepenggal lelah kusandarkan di beranda
Udara masih sangat segar,
sisa guyuran hujan petir siang tadi
Lalu, pantaskah aku memaki:
pada gerimis berselendang pelangi
Mengusik sisa cemasku disenja ini
Teh panas yang kuseduh selepas Isya,
Terasa semakin tawar
Kuteguk bersama sisa lelahku petang ini
Lalu, haruskah aku memaki:
Pada purnama berselimut rona mega
Membenam sepotong rinduku hari ini
Kuharap lelah segera terlena
Terbawa malam yang tak bersuara
Di sudut pengharapan dan alunan rayu;
rangkai mimpi dari serpih-serpih pelangi
