Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Sisa Suara di Dalam Hati
Lilin yang hampir padam (pexels.com/cottonbro studio)

 Aku kehilangan cintaku,

kehilangan seluruh perasaanku,

juga rasa kepercayaanku.

Semua itu karena pengkhianatanmu.

 

Aku dengan tulus memberikan seluruh hatiku,

namun kau meninjak-injaknya seperti sampah

Kau menghanguskannya tanpa tersisa,

membuatku habis seperti debu.

 

Setiap waktu, aku selalu bertanya pada diriku sendiri:

Kesalahan apa yang telah ku perbuat

sampai membuatmu berani

menikam belati sangat dalam pada perasaanku.

 

Kau tahu?

Aku kesulitan menahan perih ini,

kewalahan mengobati luka ini,

dan rasanya aku tak sanggup menatanya kembali utuh.

 

Aku berlari sejauh mungkin,

namun sisa suaramu menggema di dalam hati,

membuatku menghentikan langkah secara mendadak.

 

Satu kata yang tak henti-hentinya memenuhi pikiranku:

apakah aku pantas diperlakukan seperti ini olehmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team