Tersamarkan rintik tipis gerimis
Bukan hujan mengalir membasuh luka
Air mata bergelayut jatuh melerai duka
Manusia lugu terhuyung limbung
Pendar tatapan sedang meredup
Seiring realita tergugu hampir karam
Sudah habis tangis untuk tanah terkoyak
Jangan singgung kesabaran yang sudah berkerak
Meringkuk di sisi reruntuhan hampir lebur
Bukan sekadar bangunan luruh terjatuh
Harapan usang nyaris rapuh
Lihat mereka yang berbaju lusuh
![[PUISI] Tanah yang Terkoyak](https://image.idntimes.com/post/20231025/pexels-berke-arakli-8204704-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-580a8985f3558073598ca918edf98980.jpg)