Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Tanah yang Terkoyak
ilustrasi gadis kecil (pexels.com/Berke Arakli)

Tersamarkan rintik tipis gerimis
Bukan hujan mengalir membasuh luka
Air mata bergelayut jatuh melerai duka
Manusia lugu terhuyung limbung

Pendar tatapan sedang meredup
Seiring realita tergugu hampir karam
Sudah habis tangis untuk tanah terkoyak
Jangan singgung kesabaran yang sudah berkerak

Meringkuk di sisi reruntuhan hampir lebur
Bukan sekadar bangunan luruh terjatuh
Harapan usang nyaris rapuh
Lihat mereka yang berbaju lusuh

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team