Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Tangisan yang Menunggu Pulang
ilustrasi pria yang sedang merenung (unsplash.com/Nedo Raw)

Ada sesuatu yang tertahan sejak lama
Bukan sekadar tetesan air mata
Hanya sesak yang tidak punya arah
Namun terus kubawa ke mana pun

Ada ingatan yang tidak bisa diukur
Bukan hanya karena jarak dan waktu
Melainkan karena tidak lagi bisa dijangkau
Menyisakan bekas yang jauh di dalam

Aku terus membawa perasaan itu
Tanpa benar-benar menunjukkannya
Ia muncul di setiap hal yang sederhana
Meski rasanya tidak pernah sama lagi

Tangisan bukan lagi tentang kehilangan
Rindu memilih tinggal tanpa arah pulang
Aku tidak meminta untuk kembali
Cukup hidup sebagai bagian yang tersisa

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team