Aku terperangkap dalam pusaran air pelik
Di samudra, aku membawa raga melepas diri
Namun aku justru semakin terjatuh
Tak paham cara meraih ke langit
Menyesakkan
Aku merasakan sesak
Kumpulan air mendesak ke paru-paru
Aku kekurangan pasokan udara
Hidupku berada di ujung tebing
Menginginkan tenggelam
Meninggalkan keinginan belum terpijak
Aku mengerjap lemah
Uluran tangan dari atas menarik kegelapan di sekeliling
Aku melihat buram menyilaukan
Hei, siapa kau? tanyaku tak bersuara
Kesempatan kedua tak menghampiri semua manusia, ucapnya
Aku manusia berdosa, kataku menghirup udara bebas
Kesempatan kedua dapat datang kepada siapa pun, memohon pengampunan dengan tulus sedang dibuka luas, imbuhnya
Aku menjauh dari tebing
Berlutut di tanah rerumputan
Terisak menyesal
