Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi tebing (pexels.com/Alex Tinca)
ilustrasi tebing (pexels.com/Alex Tinca)

Aku terperangkap dalam pusaran air pelik
Di samudra, aku membawa raga melepas diri
Namun aku justru semakin terjatuh
Tak paham cara meraih ke langit
Menyesakkan
Aku merasakan sesak
Kumpulan air mendesak ke paru-paru
Aku kekurangan pasokan udara

Hidupku berada di ujung tebing
Menginginkan tenggelam
Meninggalkan keinginan belum terpijak

Aku mengerjap lemah
Uluran tangan dari atas menarik kegelapan di sekeliling
Aku melihat buram menyilaukan
Hei, siapa kau? tanyaku tak bersuara
Kesempatan kedua tak menghampiri semua manusia, ucapnya
Aku manusia berdosa, kataku menghirup udara bebas
Kesempatan kedua dapat datang kepada siapa pun, memohon pengampunan dengan tulus sedang dibuka luas, imbuhnya

Aku menjauh dari tebing
Berlutut di tanah rerumputan
Terisak menyesal

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorChilya A