Telinga ini bukan untuk nada indah
Melainkan retak-retak yang tak bersuara
Ia tahu irama dari tangis yang ditahan
Bahkan bisik yang tercekik sebelum terdengar
Telinga ini tidak mencari lagu
Tapi gema dari malam yang penuh perih
Suara langkah yang dibebani kenangan
Jerit pelan yang dikubur di balik senyum
Telinga ini bukan saksi pesta
Tapi sakralnya duka yang malu terlihat
Ia adalah tempat luka berbicara
Tanpa harus ditanyai dan tanpa diminta
Di dunia yang sibuk dengan suara sendiri
Aku akan tetap menjadi telinga yang mendengar
Bahasa-bahasa sunyi dari jiwa yang terluka
Menerjemahkan tangis yang tersembunyi di balik tawa
![[PUISI] Telinga yang Mendengar Luka](https://image.idntimes.com/post/20240521/pexels-cottonbro-6284266-f96a2f31398211c36c1d614d2c908814-d786b23c5a8e28bde0fa8a07426e2f89.jpg)