Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Telinga yang Mendengar Luka
ilustrasi perempuan yang menangis (pexels.com/cottonbro studio)

Telinga ini bukan untuk nada indah
Melainkan retak-retak yang tak bersuara
Ia tahu irama dari tangis yang ditahan
Bahkan bisik yang tercekik sebelum terdengar

Telinga ini tidak mencari lagu
Tapi gema dari malam yang penuh perih
Suara langkah yang dibebani kenangan
Jerit pelan yang dikubur di balik senyum

Telinga ini bukan saksi pesta
Tapi sakralnya duka yang malu terlihat
Ia adalah tempat luka berbicara
Tanpa harus ditanyai dan tanpa diminta

Di dunia yang sibuk dengan suara sendiri
Aku akan tetap menjadi telinga yang mendengar
Bahasa-bahasa sunyi dari jiwa yang terluka
Menerjemahkan tangis yang tersembunyi di balik tawa

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team