Di antara waktu yang tak pernah letih
Ruang sunyi
tempat segala resah
Menanggalkan nama panjangnya
Menjadi angin yang pulang tanpa suara
Di sana, berdiri layaknya daun terakhir
Tak lagi melawan angin
Membiarkan takdir menuntun
Meromantisasi malam tanpa riuh
Tempat berserah itu bukan sebuah titik
Melainkan lembah lembut
Sajadah usang menghampar
Layaknya permadani megah
