Kurenungi hari yang tak ada arti
Hanya kemalangan yang datang silih berganti
Beruntunglah, semilir angin mengalihkanku
Bahkan daun pun ikut menari ikuti tiupan angin
Mengenai raga dan rasaku, mereka juga ikut tenang
Terbawa hanyut oleh tiupan angin
Gaya hilir dan hulunya menghasilkan karya ombak
Indah dan sejuk kupandangi
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Tenang
ilustrasi pohon (pexels.com/@jaymantri)
Take a Deeper Read
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Mumet20 Jul 2022, 22:24 WIB
Editorial Team
EditorLena Latipah
Related Article
[PUISI] Negeri Tanpa Nyawa08 Nov 2026, 21:51 WIB
[PUISI] Luka di Balik Percaya08 Nov 2026, 21:31 WIB
[PUISI] Tanpa Pilihan Pasti08 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Sidang di Dalam Dada08 Nov 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Anatomi Rindu yang Terlupakan08 Nov 2026, 07:07 WIB
[PUISI] Tong Kosong08 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Hanya Angka07 Nov 2026, 20:47 WIB
[PUISI] Menyembah Sepi07 Nov 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Izinkan Aku Gila Sebentar Saja, Tuhan07 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Bunga yang Dilarang Mekar06 Nov 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Pelangi Setelah Kelabu06 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Patah Tak Menghentikan Arah06 Nov 2026, 17:07 WIB
[PUISI] Tentang Bunga yang Ingin Dirawat06 Nov 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Tata Krama06 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Kehidupan Terkurung Plastik05 Nov 2026, 20:52 WIB
[PUISI] Barangkali Hanya Mimpi05 Nov 2026, 18:47 WIB
[PUISI] Jejak Air Mata05 Nov 2026, 11:16 WIB
[PUISI] Cinta yang Berlari Tanpa Sepatu05 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Sepasang Mata yang Kian Mencari04 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Bintang Keberuntungan04 Nov 2026, 20:17 WIB