Aku meneguk rindu yang rasanya semakin dalam
Sambil meratap membisu dalam kesendirian
Lidahku kaku untuk menggambarkan seluas apa rasa rinduku
Namun hatiku semakin tercabik akan rindu yang tak kutemukan obatnya dimana
Rasanya kemarin sore bibirku tersenyum bahagia sambil memandang kedua bola matamu
Hingga hatiku tak henti-hentinya menari dan membayangkan bila kita dapat pulang ke rumah yang sama
Tapi entah siapa yang bersalah antara rindu dengan luka
Di tengah dongeng cinta kita, kau memetik bunga lainnya yang lebih indah di bola matamu
Hingga bungaku layu dan membusuk kau tinggalkan begitu saja
Lenyap bersama serangan ombak
Menyerbu bagai serdadu
Kini aku kehilangan warna yang semakin layu
Terjerat dalam luka dan rindu yang entah dimana harus kutemukan obatnya
Semua tampak fana
Akankah kutemukan obat rindu yang semakin mencabik ini padamu?
Melihat lagi ke belakang, nyatanya rindu ini adalah ilusi antara dendam dan luka
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Tenggelam dalam Rindu
![[PUISI] Tenggelam dalam Rindu](https://image.idntimes.com/post/20250702/pexels-samthingshd-3104185_dac507e2-1497-45c7-a074-8edef1e5415e.jpg)
ilustrasi perempuan (pexels.com/Sam Pineda)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
Editorial Team
EditorNabila Inaya
Related Article
[PUISI] Sebelum Melanjutkan Langkah24 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Suara Semu24 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Penyesalan24 Sep 2026, 11:07 WIB
[PUISI] Kidung yang Agung24 Sep 2026, 08:28 WIB
[PUISI] Aku Kira Dewasa Akan Terasa Berbeda24 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Emas Ditukar Lapar24 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Amerta di Tengah Gelap23 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Di Antara Senja23 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Di Antara Gugur dan Tumbuh23 Sep 2026, 17:47 WIB
[PUISI] Rimba Digadai23 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Ia Bukan Lagi Perempuan yang Sama23 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Jam yang Memakan Usia22 Sep 2026, 17:07 WIB
[PUISI] Separuh Percaya yang Dipaksa22 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Dari Luka Tumbuh Kehidupan22 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Daku dan Harap21 Sep 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Cinta yang Membuatku Ragu21 Sep 2026, 19:07 WIB
[PUISI] Menutup Pintu Luka21 Sep 2026, 08:48 WIB
[PUISI] Berhenti Saat Remang21 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Musim Baru untuk Pohon yang Lelah21 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Hilang20 Sep 2026, 21:07 WIB