Aku berdiri di atas puing diri
Melambaikan senyum ke arah dunia
Mereka pikir aku menang
Padahal aku hanya bertahan
Setiap tawa adalah palu
Memaku perih agar tak jatuh
Ironis, bukan?
Bahagia jadi alat bertahan hidup
Tak ada yang mendengar gemetar
Di balik suara yang kubuat stabil
Aku jadi aktor terbaik
Dalam drama yang tak kupilih
Jika runtuhku nanti terdengar
Jangan tanya mengapa terlambat
Aku sudah berteriak lama
Dalam bahasa yang kalian abaikan
