Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Tokoh Antagonis itu Aku
ilustrasi Perempuan berdiri di depan cermin gelap (pinterest.com/elisarrs1)

Aku adalah hancur yang tak terbentuk,

dengan bertopeng utuh secara sempurna.

Aku melebur dalam wadah hitam dan gelap,

tanpa ada warna terang di sekitarnya.

Sebagian diriku sudah menghilang,

pergi dan menjauh tanpa jejak.

Jangan tanyakan mengenai alasan,

karena sudah jelas akulah penyebab utamanya.

Mereka mengatakan untuk menyayangi diri sendiri,

tapi aku malah melakukan sebaliknya.

Mereka pun mengajarkan untuk merangkul diri,

namun aku malah mengabaikannya.

Berdiri di hadapan cermin,

kulakukan setiap harinya.

Bertanya-tanya dengan pertanyaan yang sama.

Apakah akan ada warna terang untukku walau sedikit?

Aku coba bangkit dengan banyak upaya,

dengan dalih masa depan yang menanti.

Namun berpijak dengan tubuh tegap begitu menyakitkan,

berujung jatuh dan sakit kembali kurasakan.

Dengan tangis dan lirihan aku bersuara.

Mengapa awan hitam terus mengikutiku?

Ku coba meyakinkan semua akan membaik,

namun hanya kehancuran yang berdiri tegap di hadapanku.

Aku terus berlari tanpa henti,

mencoba dengan sekuat tenaga.

Membebaskan diri dari ruang gelap tanpa cahaya,

namun hanya lelah yang ku dapatkan.

Tanpa jeda aku terus mencari.

Siapa tokoh yang berani memenjarakanku sampai begini?

Lalu bayanganku dengan tegas menunjukku,

memberitahu bahwa akulah tokoh antagonisnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team