Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Tubuh yang Dipinjam Waktu
Tubuh dan waktu (Pexels.com/Jeremy)

Pagi menggantung cahaya di tulang-tulang langit
Seperti lampu tua yang enggan padam
Meski malam belum sepenuhnya pergi

Di dalam napas
Ada ritme yang tidak kita ciptakan
Datang dan pergi
Seperti tamu yang tidak pernah memperkenalkan diri

Darah mengalir seperti sungai rahasia
Membawa musim ke setiap sudut tubuh
Tanpa pernah meminta izin untuk berubah

Kulit menyimpan jejak-jejak halus
Tentang waktu yang mengendap
Diam-diam menulis usia
Di halaman yang tak bisa dihapus

Kita berjalan
Dengan tubuh yang terasa milik sendiri
Padahal ia hanya singgah
Di antara detik yang terus berganti

Setiap langkah adalah pinjaman
Setiap detak adalah utang
Yang suatu hari akan diminta kembali tanpa peringatan

Namun anehnya di dalam kefanaan itu
Kita tetap menanam harapan
Seolah-olah ada sesuatu
Yang bisa kita bawa pulang

Barangkali hidup memang begitu
Sebuah persinggahan yang terlalu dalam
Hingga kita lupa bahwa kita hanya sedang lewat

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team