Pagi menggantung cahaya di tulang-tulang langit
Seperti lampu tua yang enggan padam
Meski malam belum sepenuhnya pergi
Di dalam napas
Ada ritme yang tidak kita ciptakan
Datang dan pergi
Seperti tamu yang tidak pernah memperkenalkan diri
Darah mengalir seperti sungai rahasia
Membawa musim ke setiap sudut tubuh
Tanpa pernah meminta izin untuk berubah
Kulit menyimpan jejak-jejak halus
Tentang waktu yang mengendap
Diam-diam menulis usia
Di halaman yang tak bisa dihapus
Kita berjalan
Dengan tubuh yang terasa milik sendiri
Padahal ia hanya singgah
Di antara detik yang terus berganti
Setiap langkah adalah pinjaman
Setiap detak adalah utang
Yang suatu hari akan diminta kembali tanpa peringatan
Namun anehnya di dalam kefanaan itu
Kita tetap menanam harapan
Seolah-olah ada sesuatu
Yang bisa kita bawa pulang
Barangkali hidup memang begitu
Sebuah persinggahan yang terlalu dalam
Hingga kita lupa bahwa kita hanya sedang lewat
![[PUISI] Tubuh yang Dipinjam Waktu](https://image.idntimes.com/post/20260327/pexels-jeremy-2201161-5721651_0b2d16c0-5e2d-4be4-8f47-9e6f06f296f5.jpg)