Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Wangi yang Tertinggal
ilustrasi merasa sendirian di tengah keramaian (freepik.com/teksomolika)

Di tengah riuhnya langkah yang lalu-lalang
Langkahku terhenti, diam mematung seorang
Tiba-tiba aroma itu kembali menyapa
Wangi familiar yang masih tinggal di dada

Aku terpaku mencari dari mana ia berasal
Menyisir keramaian dengan harap yang samar
Hatiku berbisik lirih, mungkinkah itu dirimu
Hadir membawa rindu yang belum sempat berlalu

Namun logika segera menegur nurani
Mengingatkan bahwa kau tak mungkin di sini
Engkau telah pergi ke tempat yang terlampau jauh
Sementara aku masih rapuh oleh riuh

Mungkin rindu ini hanya pandai menipu mata
Menciptakan bayangmu seperti fatamorgana
Atau aku yang terlalu tenggelam dalam angan
Hingga tak lagi mampu membedakan rindu dan kenyataan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team