Di tengah riuhnya langkah yang lalu-lalang
Langkahku terhenti, diam mematung seorang
Tiba-tiba aroma itu kembali menyapa
Wangi familiar yang masih tinggal di dada
Aku terpaku mencari dari mana ia berasal
Menyisir keramaian dengan harap yang samar
Hatiku berbisik lirih, mungkinkah itu dirimu
Hadir membawa rindu yang belum sempat berlalu
Namun logika segera menegur nurani
Mengingatkan bahwa kau tak mungkin di sini
Engkau telah pergi ke tempat yang terlampau jauh
Sementara aku masih rapuh oleh riuh
Mungkin rindu ini hanya pandai menipu mata
Menciptakan bayangmu seperti fatamorgana
Atau aku yang terlalu tenggelam dalam angan
Hingga tak lagi mampu membedakan rindu dan kenyataan
![[PUISI] Wangi yang Tertinggal](https://image.idntimes.com/post/20250513/7006-4ddc781a795992c5ddb0f11f2aca4614-6aca86e3a1e9890eba4290de8387c02a.jpg)