Di pelupuk mata, senja itu kembali membayang
Menghadirkan jingga yang dulu pernah kita sayang
Aroma tanah basah selepas hujan membasahi bumi
Membawa kembali tawa yang sempat tersembunyi
Ada warna hijau daun yang meneduhkan jiwa
Saat kita duduk berdua di bawah pohon tua
Desir angin berbisik tentang mimpi-mimpi
Di antara birunya langit yang tak pernah bertepi
Kini, semua warna itu tersimpan dalam hati
Menjadi lukisan abadi yang takkan pernah mati
Terima kasih, kenangan indah yang takkan pudar
Di setiap sudut ruang, namamu selalu mekar
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Warna Sebuah Kenangan
![[PUISI] Warna Sebuah Kenangan](https://image.idntimes.com/post/20260418/pexels-peterdanthy-33725716_38d1e60d-0546-4d83-8a5c-cdebf7127694.jpg)
ilustrasi seseorang di waktu senja (pexels.com/Đan Thy Nguyễn Mai)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorNabila Inaya
Follow Us