Gula memiliki hubungan yang kuat dengan depresi. Sebuah studi yang dilaporkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition terhadap perempuan postmenopause menunjukkan bahwa peningkatan gula tambahan dalam makanan mereka dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan depresi.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal Diabetologia, para peneliti menemukan bahwa ketika kadar glukosa darah meningkat, kadar protein yang mendorong pertumbuhan neuron dan sinapsis turun. Sederhananya, konsumsi gula membuat otak bekerja pada tingkat yang kurang optimal. Semakin tinggi gula yang masuk ke tubuhmu, semakin besar risiko depresi, diabetes, dan demensia yang kamu dapatkan.
Nah, jika selama ini kamu sering tiba-tiba merasa cemas, cek kembali apakah sebelumnya kamu meminum minuman tersebut. Jika ya, bisa jadi kecemasan yang kamu rasakan disebabkan oleh apa yang kamu minum dan kamu perlu menghindari minuman pemicunya sebisa mungkin. Utamanya, kamu perlu menghindarinya di pagi hari atau saat kamu perlu menghadiri acara penting, seperti rapat atau presentasi.