Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi toko roti
ilustrasi toko roti (pexels.com/Gustavo Fring)

Intinya sih...

  • Pilih lemak berkualitas. Aroma khas toko roti berkaitan erat dengan penggunaan mentega asli. Mentega mengandung senyawa aroma alami yang akan menguap saat dipanaskan dan menyebar ke seluruh dapur.

  • Atur proses pemanggangan. Aroma roti terbentuk kuat saat terjadi reaksi Maillard dan karamelisasi gula di dalam oven. Proses ini membutuhkan panas yang stabil dan waktu yang cukup.

  • Manfaatkan bahan aroma alami. Vanila, kayu manis, pala, cokelat, dan kulit jeruk merupakan sumber aroma alami yang sering digunakan bakery. Kunci keberhasilannya bukan pada jumlah yang banyak, melainkan keseimbangan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Aroma roti yang harum sering kali menjadi daya tarik utama dari toko roti. Wangi dari mentega, vanila, dan adonan panggang sudah cukup membuat kita tertarik untuk membeli rotinya. Banyak orang mengira aroma tersebut berasal dari bahan mahal atau mesin khusus, padahal sebagian besar rahasianya justru terletak pada teknik dan detail kecil saat memanggang.

Di dapur rumahan, roti sering terasa enak tetapi aromanya mungkin kurang keluar. Hal ini bukan karena resepnya salah, melainkan karena beberapa faktor penting terlewat. Dengan memahami bagaimana aroma terbentuk dan menyebar saat proses memanggang, hasil roti rumahan bisa mendekati wangi seperti di toko-toko roti.

1. Pilih lemak berkualitas

ilustrasi mentega (freepik.com/freepik)

Aroma khas toko roti berkaitan erat dengan penggunaan mentega asli. Mentega mengandung senyawa aroma alami yang akan menguap saat dipanaskan dan menyebar ke seluruh dapur. Margarin atau pengganti mentega memang bisa dipakai, tetapi aromanya cenderung lebih datar dan cepat hilang.

Selain jenisnya, cara menggunakan mentega juga berpengaruh. Mentega yang dilelehkan perlahan atau dikocok dengan gula akan melepaskan aroma yang lebih kompleks. Inilah alasan mengapa banyak bakery profesional tetap mempertahankan penggunaan mentega meski biayanya lebih tinggi.

2. Atur proses pemanggangan

ilustrasi memanggang roti (freepik.com/freepik)

Aroma roti terbentuk kuat saat terjadi reaksi Maillard dan karamelisasi gula di dalam oven. Proses ini membutuhkan panas yang stabil dan waktu yang cukup. Jika suhu terlalu rendah, roti memang matang tetapi aromanya tidak berkembang maksimal.

Sebaliknya, suhu yang terlalu tinggi dapat membuat bagian luar cepat gosong sebelum aroma sempat terbentuk sempurna. Toko roti biasanya memastikan oven sudah benar benar panas sebelum digunakan. Kebiasaan sederhana ini sangat berpengaruh pada hasil aroma akhir.

3. Manfaatkan bahan aroma alami

ilustrasi kayu manis (pexels.com/pixabay)

Vanila, kayu manis, pala, cokelat, dan kulit jeruk merupakan sumber aroma alami yang sering digunakan bakery. Kunci keberhasilannya bukan pada jumlah yang banyak, melainkan keseimbangan. Takaran yang tepat membuat aroma terasa lembut dan menyatu dengan rasa roti.

Vanila asli misalnya, memberikan wangi hangat yang bertahan lama dibandingkan perisa buatan. Kulit jeruk parut bisa menghadirkan aroma segar jika digunakan tipis dan halus. Kombinasi bahan alami inilah yang menciptakan kesan aroma “mahal” seperti di toko roti.

4. Beri waktu istirahat adonan

ilustrasi adonan roti (pexels.com/ClickerHappy)

Pada roti dan beberapa jenis kue, waktu istirahat adonan sangat berpengaruh pada aroma. Saat adonan didiamkan, ragi atau proses fermentasi bekerja membentuk senyawa aroma yang khas dan lebih dalam. Proses ini sering diabaikan karena dianggap hanya memengaruhi tekstur dan volume adonan semata.

Bakery profesional memanfaatkan waktu untuk memperkaya aroma dan rasa. Fermentasi yang lebih lama memungkinkan aroma berkembang perlahan. Memberi adonan waktu ekstra sebelum dipanggang membuat wangi yang keluar dari oven terasa lebih hidup, kompleks, dan bertahan lebih lama.

5. Jaga kebersihan oven

ilustrasi oven (pexels.com/SHVETS production)

Aroma roti yang harum dapat terganggu jika oven menyimpan bau sisa masakan lain. Lemak lama, sisa bumbu, atau kerak gosong bisa bercampur dengan aroma roti dan menghasilkan bau yang kurang sedap, bahkan menempel pada permukaan roti saat proses pemanggangan berlangsung.

Toko roti sangat menjaga kebersihan oven karena aroma adalah bagian penting dari pengalaman pelanggan. Oven yang bersih membantu aroma roti menyebar dengan jernih dan murni. Selain itu, sirkulasi panas menjadi lebih merata, sehingga wangi roti terasa konsisten dan lebih mendekati suasana bakery profesional.

Aroma roti yang wangi mampu menciptakan suasana hangat dan nyaman di rumah. Aroma seperti toko roti tersebut terbentuk dari kombinasi bahan, proses memanggang yang tepat, serta perhatian pada detail kecil yang sering terlewat. Dengan menerapkan prinsip ini, dapur rumahan pun dapat menghadirkan aroma roti yang menggoda dan berkelas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorInaf Mei