Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Memanggang Pia Kering agar Tidak Pecah dan Warnanya Bagus
ilustrasi kue pia kering (vecteezy.com/Pasakorn Hansetagan)
  • Pia kering dikenal sebagai kue tradisional bertekstur flaky yang digemari banyak orang dan bisa dibuat di rumah dengan bahan sederhana seperti tepung, gula, minyak, serta isian beragam.
  • Proses pemanggangan jadi faktor penting agar pia tidak pecah dan warnanya cantik, mulai dari posisi lipatan adonan hingga pengolesan kuning telur bercampur susu dua kali.
  • Suhu oven harus dijaga antara 160–200°C dengan pemantauan rutin, memutar loyang bila perlu, lalu mendinginkan pia sebelum dipindahkan agar hasilnya renyah dan matang merata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
kini

Artikel memberikan lima tips memanggang pia kering agar tidak pecah dan berwarna bagus, mencakup cara meletakkan lipatan adonan, pengolesan kuning telur, pengaturan suhu oven, pemutaran loyang, serta pendinginan sebelum disajikan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Lima langkah pemanggangan pia kering dijelaskan untuk menghasilkan tekstur renyah, warna keemasan, dan mencegah kulit kue pecah selama proses pemanggangan di rumah.
  • Who?
    Para pembuat kue rumahan dan pecinta kuliner tradisional yang ingin membuat pia kering dengan hasil maksimal.
  • Where?
    Proses pembuatan dilakukan di dapur rumah masing-masing menggunakan oven listrik atau oven kompor sebagai alat pemanggang utama.
  • When?
    Panduan ini berlaku kapan saja saat masyarakat ingin memanggang pia kering; tidak disebutkan waktu atau periode tertentu dalam penyampaiannya.
  • Why?
    Penerapan tips ini bertujuan agar pia kering tidak pecah, matang merata, serta memiliki warna mengkilap dan tekstur renyah sesuai harapan pembuatnya.
  • How?
    Tahapan dilakukan dengan menempatkan lipatan adonan ke bawah, mengoles kuning telur dan susu, mengatur suhu oven tepat, memutar loyang bila perlu, lalu mendinginkan pia sebelum disajikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pia kering merupakan salah satu kue kering tradisional peranakan yang sangat digemari berbagai kalangan. Hidangan satu ini dikenal akan teksturnya yang flaky, sesuatu yang akan membuat seseorang tertarik menggigitnya sampai habis. Pia sendiri bisa dibuat dari rumah dengan mengandalkan tepung terigu, gula, minyak, dan macam-macam isian.

Selain rasio bahan dan pencampuran adonan, proses pemanggangan juga turut mempengaruhi hasil akhir. Untuk menghindari pia kering yang pecah dan bisa menambahkan warna menarik, ada lima tips berikut ini yang dapat diterapkan.

1. Letakkan lipatan menghadap ke bawah agar kulit pia tidak mudah pecah

ilustrasi adonan di atas loyang secara berjarak (pexels.com/Felicity Tai)

Pastikan adonan pia dibulatkan rapi dan tempatkan lipatan tersebut menghadap ke bawah loyang. Hal seperti ini perlu diperhatikan untuk menjaga bentuk pia kering tetap bagus dan mencegah kulitnya terbuka selama pemanggangan berlangsung.

Penguncian juga perlu dilakukan sempurna agar hasilnya bagus. Pipihkan sedikit bila perlu, lalu letakkan secara berjarak tapi tidak perlu terlalu jauh. Langkah ini juga akan membantu memberi kematangan merata dan warna seragam pada pia kering tersebut.

2. Olesi permukaan pia memakai kuning telur dan susu supaya mengkilap

ilustrasi adonan kuning telur (pexels.com/Felicity Tai)

Untuk menciptakan warna yang cantik, permukaan adonan pia bisa dioles kuning telur secukupnya. Bahan yang dipilih bisa berasal dari kuning telur omega atau berwarna oranye supaya lebih mentereng.

Tambahkan sedikit susu untuk mencairkan kuning telur. Dengan demikian, olesan tidak gampang retak atau kering. Keberadaan susu juga bisa menghasilkan warna yang mengkilap.

Biar warnanya tidak pudar, kamu bisa olesi pia dua kali. Pertama sebelum adonan dipanggang, yang kedua setelah permukaan pia kering di dalam panggangan—pastikan pia didinginkan dulu sekitar 5 menit supaya kuning telur tidak menggumpal.

3. Panggang pia dengan suhu yang tepat untuk mencegah kulitnya pecah

ilustrasi oven (pexels.com/AS Photography)

Pada pemanggangan pia kering, suhu oven perlu diatur dengan panas yang pas. Biasanya pia dipanggang di antara suhu 160—200 derajat Celcius. Sebelumnya, panggangan perlu dipanaskan terlebih dahulu sekitar 10 menit untuk memperoleh kematangan sempurna dan maksimal.

Beberapa orang menggunakan dua suhu untuk hasil memuaskan. 15 menit pertama di suhu rendah, lalu sisanya di suhu sedang-tinggi.

Kalau pakai oven kompor, atur di suhu api sedang-kecil untuk memastikan bagian luar dan dalam adonan matang sempurna. Pemantauan harus terus dilakukan agar terhindar dari pia kering yang gosong.

4. Putar loyang bila diperlukan agar adonan matang merata dan renyah

ilustrasi adonan dalam loyang (pixabay.com/-Rita-👩‍🍳 und 📷 mit ❤)

Pada proses pemanggangan pia kering, kamu bisa keluarkan adonan setelah 15 menit untuk pengolesan kuning telur yang kedua kalinya. Sebelumnya, dinginkan dulu pia selama kurang lebih 5 menit di luar oven. Kemudian masukkan lagi ke dalam oven untuk dipanggang sampai keemasan.

Bila dipanggang menggunakan oven kompor, putar loyang tersebut secara rutin untuk mencapai kematangan merata. Teknik ini akan menghasilkan pia yang renyah maksimal dan memiliki warna bagus setelah matang.

5. Biarkan pia dingin di loyang sebelum dipindahkan ke atas cooling rack

ilustrasi kue pia (freepik.com/freepik)

Pia yang sudah keemasan bisa dikeluarkan dari panggangan dan didiamkan sekitar 10 menit di dalam loyang. Teksturnya memang belum ngeset sempurna, tetapi setelah dingin akan segera matang dan kering.

Membiarkan kue pia kelamaan di dalam panggangan berisiko bikin terlalu kering, bahkan berubah gosong. Kalau uap panasnya sudah hilang, dinginkan pia sepenuhnya di atas cooling rack sebelum disajikan.

Pia kering merupakan salah satu camilan sedap yang manjakan lidah. Banyak orang penasaran dengan makanan ini, sehingga tertarik membuatnya di rumah. Biar hasilnya renyah, jangan lupa masak pia dengan beragam tips memasak di atas, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorInaf Mei