Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Memasak Makanan dengan Minim Minyak, Lebih Sehat!
ilustrasi memasak (freepik.com/senivpetro)
  • Semakin banyak orang memilih memasak dengan sedikit minyak agar makanan terasa lebih ringan, tetap gurih, dan menonjolkan rasa asli bahan tanpa lapisan lemak berlebih.
  • Teknik seperti memakai wajan anti lengket, memanggang, mengukus, serta mengganti sebagian minyak dengan kaldu membantu menjaga cita rasa sekaligus mengurangi kadar lemak dalam masakan.
  • Menghindari santan pekat, memilih daging tanpa kulit, dan meniriskan makanan setelah dimasak membuat hidangan lebih sehat, renyah, serta nyaman disantap setiap hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang mulai mengurangi penggunaan minyak saat memasak karena ingin membuat makanan terasa lebih ringan dan nyaman di perut. Hal itu dikarenakan hidangan yang terlalu berminyak sering meninggalkan rasa enek di lidah, terutama jika disantap setiap hari dalam porsi besar. Padahal, makanan tetap bisa terasa gurih dan lezat meskipun dimasak dengan minyak yang lebih sedikit selama teknik pengolahannya dilakukan dengan benar.

Memasak dengan minim minyak juga membantu rasa asli bahan makanan terasa lebih jelas tanpa tertutup lapisan lemak berlebihan. Aroma rempah, bawang, dan bahan segar justru lebih terasa ketika proses memasaknya tidak terlalu berat. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar masakan tetap nikmat meskipun menggunakan minyak dalam jumlah lebih sedikit.

1. Gunakan wajan anti lengket

ilustrasi wajan anti lengket (unsplash.com/Sternsteiger Germany)

Wajan anti lengket membantu proses memasak menjadi lebih praktis karena bahan makanan tidak mudah menempel di permukaan. Dengan alat masak seperti ini, penggunaan minyak bisa dikurangi cukup banyak tanpa membuat makanan cepat gosong. Permukaan wajan juga membantu panas menyebar lebih merata sehingga bahan matang dengan warna yang cantik.

Saat menumis bawang atau memasak telur, cukup gunakan sedikit minyak lalu ratakan menggunakan spatula atau kuas dapur. Cara sederhana ini tetap menghasilkan aroma tumisan yang harum tanpa meninggalkan banyak minyak di dasar masakan. Hasil akhirnya membuat makanan terasa lebih ringan saat disantap.

2. Pilih cara memasak yang lebih ringan

ilustrasi mengukus makanan (freepik.com/valeria_aksakova)

Mengukus, memanggang, merebus, dan menumis cepat menjadi pilihan cara memasak yang membantu mengurangi penggunaan minyak berlebihan. Bahan makanan tetap matang dengan baik sambil mempertahankan tekstur dan rasa alaminya. Teknik seperti memanggang juga menghasilkan aroma harum yang membuat makanan tetap menggugah selera.

Ayam, ikan, atau sayuran bisa dipanggang menggunakan oven, air fryer, atau teflon tanpa perlu banyak minyak tambahan. Saat dipanggang perlahan, permukaannya tetap bisa berubah kecokelatan dan terasa nikmat saat dimakan. Cara seperti ini membuat makanan terasa lebih bersih dan tidak terlalu berat di mulut.

3. Manfaatkan kaldu untuk menumis

ilustrasi kaldu (unsplash.com/Monika Grabkowska)

Saat menumis sayuran atau daging, sebagian minyak bisa diganti menggunakan sedikit kaldu ayam atau air rebusan sayur. Cairan tersebut membantu bahan tetap lembap selama dimasak sehingga bawang dan rempah tidak cepat gosong. Aroma tumisan tetap keluar dengan baik meskipun minyak yang digunakan jauh lebih sedikit.

Kaldu juga membuat rasa masakan terasa lebih gurih secara alami tanpa harus menambahkan banyak lemak. Teknik ini cocok digunakan untuk tumisan brokoli, jamur, wortel, atau ayam iris tipis. Tekstur sayuran tetap terasa segar dan warnanya terlihat lebih cerah setelah matang.

4. Kurangi penggunaan santan dan kulit berlemak

ilustrasi santan kelapa (freepik.com/jcomp)

Beberapa jenis masakan mengandung minyak cukup tinggi karena penggunaan santan pekat atau bagian bahan makanan yang banyak lemaknya. Contohnya, pilih potongan daging yang lebih ramping dan buang kulit ayam sebelum dimasak agar hasil masakan terasa lebih ringan. Langkah sederhana seperti ini membantu mengurangi minyak yang keluar selama proses memasak.

Jika ingin rasa gurih yang lebih lembut, santan bisa diganti sebagian dengan susu rendah lemak atau kaldu rempah. Aroma masakan tetap terasa nikmat tanpa meninggalkan lapisan minyak berlebihan di permukaan kuah. Hidangan seperti opor, kari, atau gulai pun terasa lebih nyaman saat disantap.

5. Tiriskan makanan setelah dimasak

ilustrasi meniriskan gorengan (pexels.com/Afif Ramdhasuma)

Setelah digoreng atau dipanggang, makanan sebaiknya ditiriskan terlebih dahulu agar sisa minyak tidak menempel terlalu banyak. Gunakan rak kawat atau tisu dapur supaya minyak berlebih dapat turun dengan lebih maksimal. Langkah ini membuat tekstur makanan tetap renyah tanpa terasa terlalu berminyak saat dimakan.

Makanan yang langsung ditumpuk setelah digoreng biasanya juga lebih cepat lembek karena uap panas dan minyak berkumpul di permukaannya. Dengan proses penirisan yang baik, rasa gurih makanan terasa lebih bersih dan ringan di lidah. Cara sederhana ini dapat membantu tampilan hidangan terlihat lebih menarik ketika disajikan.

Memasak dengan minim minyak bisa dilakukan melalui pemilihan alat, teknik memasak, dan bahan yang lebih seimbang. Makanan tetap terasa lezat ketika aroma rempah, tekstur bahan, dan tingkat kematangannya diolah dengan baik. Dengan kebiasaan memasak yang lebih ringan, hidangan sehari-hari terasa lebih nyaman disantap tanpa kehilangan cita rasa yang menggugah selera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team