Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi chocolate fondant
ilustrasi chocolate fondant (commons.wikimedia.org/Misaochan)

Intinya sih...

  • Gunakan dark chocolate berkualitas tinggi untuk rasa mewah

  • Perhatikan teknik melelehkan cokelat dan mentega agar hasilnya glossy dan profesional

  • Jangan terlalu banyak mengocok telur, tepung harus tepat, dan perhatikan waktu serta suhu panggang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Chocolate fondant selalu berhasil mencuri perhatian di menu dessert restoran fine dining. Saat dibelah, lelehan cokelatnya langsung mengalir dan bikin siapa pun tergoda sejak suapan pertama. Kabar baiknya, kamu juga bisa membuat chocolate fondant ala restoran mewah ini di rumah dengan teknik yang tepat.

Kalau selama ini fondant buatanmu terlalu matang atau justru bantat, berarti ada detail kecil yang terlewat. Padahal, dessert satu ini sangat bergantung pada ketepatan takaran dan kualitas bahan. Yuk, simak tips membuat chocolate fondant ala fine dining restaurant agar tampil elegan dan punya rasa yang maksimal.

1. Gunakan dark chocolate berkualitas tinggi

ilustrasi dark chocolate (pixabay.com/ulleo)

Dark chocolate adalah kunci utama rasa chocolate fondant yang mewah. Pilih dark chocolate dengan kandungan kakao minimal 60 persen agar rasanya pahit manis seimbang dan tidak enek. Cokelat berkualitas akan menghasilkan tekstur lelehan yang halus dan kaya rasa.

Hindari cokelat compound karena lelehannya kurang lembut dan rasanya cenderung datar. Dark chocolate couverture lebih disarankan karena mengandung cocoa butter alami. Dengan bahan ini, fondant buatanmu akan terasa seperti dessert kelas restoran bintang lima.

2. Perhatikan teknik melelehkan cokelat dan mentega

ilustrasi melelehkan cokelat (pexels.com/Anna Tarazevich)

Teknik melelehkan cokelat sangat memengaruhi hasil akhir chocolate fondant. Gunakan metode double boiler agar cokelat dan mentega meleleh perlahan tanpa gosong. Cara ini menjaga tekstur tetap lembut dan tidak pecah.

Pastikan api kecil dan air tidak menyentuh dasar mangkuk. Aduk perlahan hingga cokelat dan mentega benar-benar menyatu. Teknik yang tepat akan membuat adonan fondant lebih glossy dan terlihat profesional.

3. Jangan terlalu banyak mengocok telur

Ilustrasi mengocok telur (pixabay.com/misskursovie2013)

Mengocok telur terlalu lama bisa membuat chocolate fondant mengembang berlebihan. Tekstur seperti ini justru menghilangkan sensasi lumer di bagian tengah. Kocok telur dan gula secukupnya hingga tercampur dan sedikit berbuih.

Fokus utama adalah mendapatkan struktur yang lembut, bukan adonan yang kaku. Dengan teknik ini, bagian luar fondant akan matang sempurna sementara bagian dalam tetap cair. Inilah ciri khas chocolate fondant ala fine dining restaurant.

4. Takaran tepung harus sangat tepat

ilustrasi mengayak tepung (pexels.com/Klaus Nielsen)

Tepung berfungsi sebagai penopang struktur chocolate fondant. Jika terlalu banyak, fondant akan berubah menjadi kue cokelat biasa. Jika terlalu sedikit, fondant bisa runtuh dan sulit disajikan.

Gunakan takaran tepung yang tepat dan ayak sebelum dicampurkan. Aduk perlahan agar adonan tetap ringan dan tidak overmix. Takaran yang tepat ini sangat berpengaruh pada hasil akhir dessert.

5. Waktu dan suhu panggang tidak boleh asal

ilustrasi oven (pixabay.com/IdaT)

Chocolate fondant sangat sensitif terhadap waktu dan suhu panggang. Gunakan oven yang sudah dipanaskan sebelumnya agar panasnya stabil. Umumnya, fondant dipanggang pada suhu sekitar 200 derajat Celsius selama 8–10 menit.

Jangan tergoda untuk memanggang terlalu lama meski bagian atas terlihat lembek. Fondant akan mengeras saat dingin, jadi keluarkan dari oven tepat waktu. Dengan kontrol ini, lelehan cokelat di tengah akan tetap sempurna saat disajikan.

Chocolate fondant buatan rumah pun bisa tampil elegan dan menggoda layaknya dessert restoran fine dining. Sajikan dengan taburan gula halus, es krim vanilla, atau saus raspberry untuk sentuhan ekstra. Siap bikin momen makan malam di rumah terasa lebih spesial dan berkelas?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorInaf Mei