Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Mengolah Daging Kambing agar Tidak Bau Prengus
ilustrasi daging kambing (magnific.com/mdjaff)
  • Artikel membahas tantangan mengolah daging kambing yang sering berbau prengus dan alot, serta pentingnya teknik pembersihan dan pengolahan yang tepat agar hasil masakan lebih lezat.
  • Dijelaskan lima cara efektif menghilangkan bau prengus, mulai dari tidak mencuci daging dengan air mengalir hingga memanfaatkan nanas muda, daun pepaya, jeruk nipis, garam, dan rempah aromatik.
  • Teknik-teknik tersebut membantu menjaga tekstur daging tetap empuk sekaligus menghasilkan aroma segar pada berbagai hidangan seperti sate, gulai, atau tongseng.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Daging kambing sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para pencinta kuliner di rumah karena teksturnya yang cenderung alot. Selain itu, aroma khas atau bau prengus yang tajam sering kali tetap menempel jika proses pembersihannya tidak dilakukan dengan tepat. Padahal, jika diolah dengan teknik yang benar, daging kambing bisa menjadi hidangan yang sangat lezat dan menggugah selera.

Mengolah daging kambing memerlukan persiapan awal yang tepat sebelum daging tersebut masuk ke dalam penggorengan atau panci. Banyak orang melakukan kesalahan fatal dengan mencuci daging kambing menggunakan air mengalir yang justru mempertajam aroma prengusnya. Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mengolah daging kambing agar hasilnya empuk, lembut, dan bebas bau tidak sedap.

1. Jangan mencuci daging dengan air mengalir

ilustrasi mencuci daging kambing (magnific.com/freepik)

Langkah pertama yang paling krusial adalah menghindari kebiasaan mencuci daging kambing mentah dengan air mengalir. Mencuci daging justru akan membuat aroma prengus semakin kuat karena air akan menyebarkan bau ke seluruh bagian daging. Selain itu, paparan air berlebih juga dapat membuat tekstur daging menjadi lebih keras saat dimasak nanti.

Sebagai gantinya, kamu cukup membersihkan kotoran yang menempel menggunakan tisu dapur atau kain bersih yang kering. Jika terdapat banyak lemak berlebih yang menjadi sumber bau, kamu bisa menyisirnya secara perlahan menggunakan pisau yang tajam. Dengan cara ini, kebersihan daging tetap terjaga tanpa harus merusak kualitas tekstur dan aroma alaminya.

2. Manfaatkan parutan buah nanas muda

ilustrasi nanas (freepik.com/gratispik)

Nanas muda mengandung enzim bromelin yang sangat ampuh untuk memecah serat protein pada daging yang keras. Kamu cukup memarut nanas muda secukupnya, lalu balurkan secara merata ke seluruh permukaan daging kambing yang sudah dipotong. Pastikan semua bagian terkena parutan nanas agar proses pengempukan terjadi secara maksimal di setiap potongannya.

Namun, kamu perlu memperhatikan durasi perendaman agar daging tidak menjadi hancur atau terlalu lembek. Rendamlah daging selama kurang lebih 15 hingga 20 menit saja sebelum kamu membilasnya dengan bumbu halus. Teknik ini sangat cocok digunakan jika kamu berencana membuat sate kambing agar dagingnya terasa sangat juicy.

3. Bungkus dengan daun pepaya

ilustrasi daun pepaya (pexels.com/navindu shavinda)

Selain nanas, daun pepaya adalah bahan alami yang sudah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk melembutkan daging. Daun pepaya mengandung enzim papain yang bekerja serupa dengan enzim pada nanas untuk melunakkan serat daging. Caranya sangat mudah, kamu hanya perlu meremas-remas daun pepaya hingga sedikit layu dan mengeluarkan sedikit getah.

Gunakan daun pepaya tersebut untuk membungkus daging kambing yang sudah dibersihkan selama sekitar 30 sampai 60 menit. Jangan membungkus terlalu lama karena rasa pahit dari daun pepaya bisa meresap masuk ke dalam pori-pori daging. Setelah proses pembungkusan selesai, daging siap untuk langsung dibumbui sesuai dengan resep masakan yang kamu inginkan.

4. Gunakan perasan jeruk nipis dan garam

ilustrasi jeruk nipis (pixabay.com/bruno)

Untuk menghilangkan aroma prengus yang membandel, kamu bisa mengandalkan kombinasi antara perasan jeruk nipis dan garam dapur. Keasaman dari jeruk nipis tidak hanya menyegarkan aroma daging, tetapi juga membantu membunuh bakteri penyebab bau tidak sedap. Sementara itu, garam akan membantu mengeluarkan sisa-sisa darah yang mungkin masih tertinggal di dalam serat daging.

Balurkan campuran ini secara merata dan diamkan selama kurang lebih 15 menit agar meresap ke lapisan terdalam. Setelah didiamkan, kamu akan melihat cairan kemerahan keluar dari daging yang harus segera kamu buang dan bersihkan. Teknik ini sangat efektif untuk memastikan masakan seperti gulai atau tongseng memiliki kuah yang harum dan segar.

5. Rebus bersama rempah aromatik

ilustrasi jahe (freepik.com/jcomp)

Jika kamu ingin membuat masakan berkuah, teknik merebus pertama atau blanching dengan rempah-rempah sangatlah penting dilakukan. Rebus daging kambing dalam air mendidih yang sudah dicampur dengan jahe memar, lengkuas, daun salam, dan serai. Aroma dari rempah-rempah ini akan menetralisir bau kambing yang tajam selama proses pemanasan berlangsung di dalam panci.

Setelah mendidih dan keluar buih-buih putih di permukaan air, buanglah air rebusan pertama tersebut beserta kotorannya. Kamu bisa melanjutkan memasak dengan air baru yang bersih untuk membuat kaldu yang lebih bening dan gurih. Cara ini menjamin hidangan berkuah buatanmu akan terasa lebih ringan di lidah dan nyaman di tenggorokan.

Mengolah daging kambing memang membutuhkan kesabaran dan ketelitian ekstra agar hasilnya tidak mengecewakan saat disajikan. Dengan menerapkan tips di atas, kamu kini tidak perlu lagi khawatir dengan tekstur yang alot maupun aroma yang menyengat. Selamat mencoba di dapur dan nikmati hidangan kambing yang lezat bersama keluarga tercinta!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team