Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi memeriksa isi kulkas
ilustrasi memeriksa isi kulkas (pexels.com/RDNE Stock project)

Intinya sih...

  • Suhu freezer stabil di bawah -18 derajat Celsius penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan perubahan tekstur serta rasa frozen food.

  • Kemasan tertutup rapat membantu mencegah freezer burn dan udara masuk ke dalam makanan, serta memberi label tanggal penyimpanan untuk mengatur penggunaan.

  • Jangan menyimpan frozen food yang sudah dicairkan, atur tata letak di freezer agar udara dingin merata dan memudahkan pencarian bahan makanan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Frozen food jadi solusi praktis buat banyak orang yang ingin tetap makan enak tanpa ribet masak dari nol. Mulai dari nugget, sosis, bakso, hingga daging olahan, semuanya terasa sangat membantu di tengah rutinitas yang padat. Namun, menyimpan frozen food tidak bisa dilakukan sembarangan karena berpengaruh langsung pada kualitas dan keamanannya.

Kesalahan dalam penyimpanan frozen food sering kali membuat makanan cepat rusak, berubah rasa, bahkan berisiko bagi kesehatan. Jika disimpan dengan cara yang tepat, frozen food bisa bertahan lama dan tetap lezat saat diolah. Supaya tidak salah langkah, ada beberapa tips penting yang wajib diperhatikan sejak awal.

1. Pastikan suhu freezer selalu stabil

ilustrasi kulkas (pexels.com/Kevin Malik)

Suhu freezer memegang peranan penting dalam menjaga kualitas frozen food. Idealnya, freezer harus berada di suhu -18 derajat Celsius atau lebih rendah agar pertumbuhan bakteri bisa ditekan. Suhu yang tidak stabil dapat membuat frozen food mencair sebagian lalu membeku kembali, yang berdampak buruk pada tekstur dan rasa.

Hindari terlalu sering membuka pintu freezer karena hal ini bisa menyebabkan perubahan suhu secara drastis. Jika freezer sering dibuka-tutup, suhu di dalamnya akan naik dan membuat frozen food lebih cepat rusak. Kebiasaan sederhana ini sering disepelekan, padahal efeknya cukup besar untuk kualitas makanan.

2. Simpan frozen food dalam kemasan tertutup rapat

ilustrasi menyimpan keju di kulkas (pexels.com/Tyler Mascola)

Kemasan yang rapat membantu mencegah udara masuk ke dalam makanan. Udara yang terperangkap bisa menyebabkan freezer burn, yaitu kondisi ketika permukaan makanan menjadi kering dan berubah warna. Meskipun masih bisa dimakan, kualitas rasanya akan jauh menurun.

Jika kemasan asli sudah terbuka, sebaiknya pindahkan frozen food ke wadah kedap udara atau plastik khusus freezer. Pastikan wadah tersebut benar-benar tertutup rapat sebelum dimasukkan kembali ke freezer. Langkah ini sederhana, tetapi sangat efektif menjaga kualitas frozen food dalam jangka panjang.

3. Beri label tanggal penyimpanan

ilustrasi membaca label komposisi makanan (pexels.com/Laura James)

Memberi label tanggal pada frozen food sering dianggap sepele, padahal sangat membantu. Dengan adanya label, kamu bisa mengetahui kapan makanan tersebut mulai disimpan di freezer. Hal ini penting agar tidak lupa dan membiarkan frozen food terlalu lama hingga kualitasnya menurun.

Label tanggal juga memudahkan penerapan sistem first in first out. Frozen food yang lebih dulu disimpan sebaiknya digunakan lebih dahulu agar tidak menumpuk terlalu lama. Kebiasaan ini membuat isi freezer lebih teratur dan meminimalkan risiko makanan terbuang percuma.

4. Jangan menyimpan frozen food yang sudah dicairkan

ilustrasi daging ikan (pexels.com/RDNE Stock project)

Frozen food yang sudah dicairkan sebaiknya tidak dibekukan kembali. Proses pencairan dan pembekuan ulang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. Selain itu, tekstur dan rasa makanan juga akan berubah dan cenderung tidak enak saat dimasak.

Jika terlanjur mencairkan frozen food, sebaiknya langsung diolah hingga matang. Setelah dimasak, makanan tersebut masih boleh disimpan kembali di freezer dalam bentuk makanan matang. Cara ini jauh lebih aman dibandingkan membekukan ulang frozen food mentah.

5. Atur tata letak frozen food di freezer

ilustrasi menyimpan makanan dalam kulkas (pexels.com/Lucie Liz)

Menata frozen food dengan rapi di dalam freezer sangat membantu menjaga kualitas dan memudahkan penggunaan. Jangan menumpuk terlalu padat karena sirkulasi udara dingin akan terganggu. Jika udara dingin tidak merata, beberapa bagian makanan bisa lebih cepat rusak.

Pisahkan frozen food berdasarkan jenisnya, misalnya daging mentah, makanan olahan, dan sayuran beku. Penataan seperti ini membuat freezer lebih higienis dan memudahkan saat mencari bahan yang dibutuhkan. Selain itu, freezer yang rapi juga membantu menjaga suhu tetap konsisten.

Menyimpan frozen food dengan benar bukan hanya soal keawetan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan kualitas rasa. Dengan memperhatikan suhu freezer, kemasan, penataan, hingga kebiasaan kecil seperti memberi label tanggal, frozen food bisa bertahan lebih lama dan tetap aman dikonsumsi. Mulai terapkan tips di atas agar isi freezer lebih terjaga, tidak cepat rusak, dan selalu siap diolah kapan saja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorInaf Mei